Seperti yang kita semua telah ketahui, bahwa manusia dan
kehidupan manusia tidak bisa lepas dari apa yang disebut dengan cinta kasih
(love). Banyak penyair, pencipta lagu, ahli-ahli filsafat, dan ahli-ahli agama
yang mencoba mendefinisikan apa arti sebenarnya dari cinta kasih itu. Apa arti
cinta sebenarnya, cinta kasih sesama manusia dari sudut pandang Islam. Terutama
dalam kaitannya pada cinta kasih antara laki-laki dan perempuan.
Banyak orang berkata: I love you (Aku cinta padamu), akan
tetapi, sebenarnya mereka hanya berkata bahwa aku cinta wajahmu yang cantik
jelita, aku cinta uangmu, fasilitasmu, dan yang sejenisnya. Apakah ini cinta?
Berikut kita akan bahas banyak hal mengenai cinta
A. Pengertian
Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya WJS
Poerwadarminta. Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang
(kepada). Ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya sedangkan kata
kasih artinya perasaan saying atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan.
Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih
memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan
suka (saying) kepada seseorang yang disertai menaruh belas kasihan.
3 Unsur Tentang Cinta:
1. Keterikatan : Adanya perasaan untuk hanya bersama dia,
segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dia.
2. Keintiman : Adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku
yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.
3. Kemesraan : Adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa
kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang
mengungkapkan rasa sayang dan seterusnya.
Gambar Unsur dalam cinta segitiga
Kadang-kadang ada yang keterikatannya sangat kuat, tetapi
keintiman atau kemesraannya kurang. Cinta seperti itu mengandung kesetiaan yang
amat kuat, kecemburuannya besaar, tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai
dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau
keintiman. misalnya cinta sahabat karib atau saudara kandung yang penuh dengan
keakraban, tetapi tidak ada gejolak-gejolak mesra dan orang yang bersangkutan
masih lebih setia kepada hal-hal lain pada partnernya.
Cinta juga dapat diwarnai dengan kemesraan yang sangat
menggejolak, tetapi unsur keintiman dan keterikatannya yang kurang. Cinta
seperti itu dinamakan cinta yang pincang, karena garis-garis unsur cintanya
tidak membuat segitiga sama sisi, seperti nyata pada gambar berikut:
Lebih berat lagi bila salah satu unsur cinta itu tidak ada,
sehingga tidak terbentuk segitiga yang demikian itu tidak sempurna, dan dapat
disebut bukan cinta. (Source)
3 Tingkatan Cinta
1. Cinta kepada Tuhan pemilik alam semesta ini, karena tanpa
kekuasaanya, kita takkan ada di bumi ini. Dan cintailah pengikutnya yaitu nabi
Muhammad saw. Dalam islam ada sebuah saran, yaitu cintailah nabimu, yaitu
Muhammad saw. Karenanya ia kan membawa kebenaran kepada umatnya.
2. Cinta kepada kedua orang tua yang senantiasa menjaga kita
dari sebelum lahir hingga saat ini. Perjuangan seorang ibu itu tiada tara
dibanding apapun juga. Dia senantiasa menanggung kita selama 9 bulan dalam
perutnya dan mempertaruhkan nyawanya demi lahirnya kita di bumi ini.
3. Cinta terhadap teman maupun teman spesial dalam hidup
kita.
Cinta memiliki 3
tingkatan yaitu tinggi, menengah dan rendah. Cinta tingkat tinggi adalah cinta
kepada Allah, rasulallah dan berjihad dijalan Allah. Cinta tingkat menengah
adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta
tingkat rendah hanya cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat,
harta dan tempat tinggal.
B. CINTA DALAM AJARAN ISLAM
Cinta (love) secara bahasa adalah suka sekali dan senang
sekali. Cinta secara istilah ialah rasa kasih sayang yang muncul dari lubuk
hati yang terdalam untuk rela berkorban, tanpa mengharap imbalan apapun, dan
dari siapapun kecuali imbalan yang datang dan diridhoi Allah.
Dalam Islam, kasih sayang adalah identitas dan asas iman.
Hal itu merupakan bukti pengaruh agama terhadap hati nurani, seperti halnya ia
juga merupakan kesaksian jiwa manusia yang menurut term (istilah) Islam belum
akan diakui beragama bila ia tidak memiliki perasaan kasih sayang.
Allah berfirman: Katakanlah: “Jika bapa-bapa (para pembesar
dan nenek moyang), anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu,
harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan
kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada
mencintai Allah dan RasulNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan
keputusan (azab/siksaan)-Nya, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang fasik.( Al-Qur’an Surat At-Taubat, 9: 24)
C. Kasih Sayang
Kasih sayang adalah
perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam
kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang
ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar
dari masing-masing pihak dituntut
tanggungjawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian,
saling terbuka, sehingga keduanya merupakan
kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang,
misalnya unsur tanggungjawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu.
D. Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya
perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yagn akrab baik antara
pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih saying yang mendalam.
E. Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada
Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.
F. Belas Kasihan
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta. Cinta
Agape ialah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu
bapak (orang tua) dan saudara. Dan ketiga cinta eros atau amor ini ialah cinta
antara pria dan wanita. Beda antara cinta amor dan eros ini adalah cinta eros cinta karena kodrat
sebagai laki-laki dan perempuan, sedangkan cinta amor karena unsure-unsur yang
sulit dinalar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau menikahi
seorang pemuda yang kerdil. Cinta terhadap sesame merupakan perpaduan cinta
agape dan cinta philia. Cinta sesame ini diberikan istilah belas kasihan untuk
membedakan antara cinta kepada orang
tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan. Dalam cinta kepada sesana ini diberi
istilah belas kasihan, karena cinta disini buka karena cakapnya, kayanya,
cantiknya, melainkan karena penderitaannya.
G. CINTA KASIH EROTIS
Cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang
sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. cinta kasih erotis bersifat
ekslusif, bukan universal, pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali di
campurbaurkan dengan pengalaman yang dapat di eksplosif berupan jatuh cinta.
Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu , pengalaman intimitas,
kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanya sementara.
Keinginan seksual menuju kepada penyatuan diri, tetapi
sekali-kali bukan merupakan nafsu fisi belaka, untuk meredakan ketegangan yang
menyakitkan. Rupanya keinginan seksual dengan mudah dapat di dicampuri atau di
stimulasi oleh tiap-tiap perasaan yang mendalam.
Dalam cinta kasih erotis terdapat eksklusivitas yang tidak
terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan, sering kali
eksklusivitas dalam cinta kasih erotis
di salah tafsirkan dan di artikan sebagai suatu ikatan hak milik, contoh sering
kita jumpai separang orang-orang yang sedang saling mencintai tanpa merasakan
cinta kasih terhadap setiap orang lainya.
Sumber:
http://hasqial.blogspot.co.id/2011/01/cinta-kasih-erotis.html
https://addressgimanamaksudnya.wordpress.com/2012/10/14/tugas-ibdbab-4/
https://www.facebook.com/notes/muhammad-nurhadi/arti-cinta-dan-cinta-sejati-menurut-islam-cinta-dan-cinta-sejati-antara-pria-dan/10150422321291156/
setau gua disuruh mindmaping deh -.-
BalasHapus